Kamis, 14 Maret 2013

Tunjangan Sartifikasi Tak Dibayar Guru Pessel Kalimpasiang



PESSEL, INVESTIGASI_Hiruk-pikuk pembayaran tunjangan sertifikasi guru di Kabupaten Pesisir Selatan pada tahun 2012 masih menyisihkan tanda tanya. Walaupun sudah memasuki bulan ketiga tahun 2013 tunjangan sertifikasi guru pada tahun 2012 juga belum dibayar oleh pemerintah daerah selama dua bulan.
Dengan tidak dibayarnya tunjangan sertifikasi ini, jelas membuat para guru di Kab. Pesisir Selatan kalimpasiangan alias pusing tujuh keliling.
            Bagaimana tidak, dengan dituntutnya penambahan jam pelajaran menjadi 24 jam per-minggu membuat para guru lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah dan kadangkala karena disekolah tempatnya mengajar tidak mencukupi 24 jam pelajaran. Maka para guru harus mencari sekolah lain untuk mencukupi kekurangan jam pelajarannya tersebut. Hal ini tentu akan menambah pengeluaran/cos bagi para guru disamping pengeluaran untuk biaya hidup dan pendidikan anak-anak mereka.
Menurut penuturan beberapa orang guru di Kab. Pesisir Selatan kepada Investigasi, hingga saat ini belum ada kejelasan pasti tentang akan dibayarnya tunjangan sartifikasi pada tahun 2012 yang masih tertinggal dua bulan tersebut. Namun, mereka hanya mendapatkan informasi bahwa para guru diminta untuk bersabar karena untuk membayar tunjangan sartifikasi ini membutuhkan dana sebanyak 10 Miliar, sedangkan uang yang tertinggal saat ini hanya 4 Miliar karena sudah dipakai untuk pembayaran gaji berkala.      
Sehingga pertanyaan yang muncul bagi para guru tersebut adalah apakah mungkin uang tunjangan sartifikasi digunakan untuk pembayaran gaji berkala? Bukankah pos-pos uang tersebut berbeda?
Yang jelas dengan tidak dibayarnya tunjangan sartifikasi yang tertinggal dua bulan pada tahun 2012 tersebut membuat para guru sangat kecewa, Sebab,  mereka sangat membutuhkan uang tunjangan sartifikasi tersebut, hanya itu harapan mereka satu-satunya saat ini karena gaji pokok mereka tidak lagi mereka terima karena sudah habis untuk menutupi hutang/pinjaman bank.
Harapan mereka semua para guru saat ini adalah mudah-mudahan pemerintah serius memperhatikan nasib mereka karena bagaimana mungkin kualitas pembelajaran akan mencapai mutu yang baik jika kosentrasi mereka harus pecah antara mengajar dan memikirkan untuk mencari uang di luar,
Sedangkan kebutuhan hidup makin hari makin bertambah di tambah lagi setiap minggu/bulan anak-anak mereka selalu minta uang belanja untuk pendidikan/kuliah, sedangkan apa yang telah menjadi haknya belum juga mereka dapatkan dan tidak adanya kejelasan pasti kapan tunjangan sartifikasi tersebut akan dibayar. Pal