Kamis, 23 Januari 2014

Ilegal Minning Makin Marak di Solsel Kapolsek KGPD Bantah Terima Fee



SOLSEL, INVESTIGASI_Banyaknya ilegal mining yang menggunakan exsapator masuk ke Pinti Kayu, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), menimbulkan suara miring. Buktinya, belakangan ini menimbulkan opinii terhadap Kapolsek dan Camat KPGD, mereka telah menerima fee sebanyak Rp2 juta per unit exsapator,   namun informasi tersebut dibantah oleh camat dan kapolsek KPGD.

            Keterangan Camat KPGD Drs,Zulkarnaini,MM ke media ini, Propom turun ke lapangan berdasarkan surat kaleng /pengaduan dari orang yang tidak bertanggungjawab. “Seharusnya Propom menangkap orang yang memberi informasi itu guna untuk dikomprotir dengan kami yang diisukan,”  ungkap Camat KPGD.
Ia juga mengatakan, manalah mungkin kami yang melarang,  setelah itu kami pula yang bermain. Kalau memang pihak Propom betul-betul punya nyali menghentikan Ilegal mining di wilayah Kabupaten Solok Selatan sebetulnya gampang. Contohnya stop para penambang yang beli minyak subsidi di SPBU Muara Labuh. Itu cara yang lebih efektif dan kalau punya nyali dan tangkap Marinir yang berkeliaran dilokasi tambang karena mereka yang bermain,”  tegas Zulkarnaini.
             Kapolsek Kecamatan KPGD AKP, Hidup Mulia,SH juga menjelaska,  untukemberantas Ilegal tidak seperti membalikan telapak tangan. Pihak Polsek harus berhati-hati menghadapi masyarakat, karena banyak kepentingan yang dirasakan pihak Polsek KPGD.
Tentang pungli yang diinformasikan terhadap diri Kapolsek KPGD  AKP, Hidup Mulia,SH juga menyangkal. Katanya, memang diakui pernah disaksikan wartawan media ini tentang pungli yang dilakukan pemuda Pinti Kayu, alasannya  telah persetujuan Kapolsek KPGD. Didepan wartawan Polsek dengan tegas memerintahkan Sekna Pakan Rabaa Timur untuk menghentikan pungli yang dilakukan pemuda Pakan Rabaa Timur. Apa lagi surat edaran yang dibuat pemuda sudah mencemarkan nama baik saya,” kata AKP, Hidup Mulia,SH
            Uapaya pencegahan aexsapator tidak mudah masuk ke Pinti Kayu,Pakan Rabaa Timur, Kapolsek,Camat, Wali Nagari dan Jorong bekerja sama, melakukan pemasangan besi pelang untuk mempersempit ruang agar truk pengangkut exsapator tidak bisa lewat. Kalau saja dibiarkan truk pembawa alat berat melewati jembatan bisa-bisa jembatan runtuh karena tidak ukuran untuk menampung beban berat,” katanya. deno

Tidak ada komentar:

Posting Komentar